Hikmah Sebuah Karakter (Akhlak)

Seseorang yang dikenal baik tentu dilihat dari karakternya. Ketika itu saya sedang ingin membeli celana hitam di pasar swalayan kota kayuagung. Perjalanan dari rumah ketempat tersebut sekitar 15 menit. Setibanya disana saya memarkirkan motor di parkiran dan berjalan masuk pasar dengan keramaian penjual dan pembeli. Pasar swalayan yang saya kunjungi ini memiliki 3 lantai, lantai pertama didominasi oleh penjulan barang-barang elektronik sedangkan dilantai 2 dan 3 pakaian dan sepatu.

Masa pertumbuhan adalah proses perubahan bagi diri. Proses akan menentukan hasil dari output yang diinginkan. Pada saat pertama kali lahir kita tidak bisa bicara dan berjalan, hanya bisa menangis. Namun setelah melalui proses pertumbuhan kita bisa bicara dan berjalan. Tentu dalam proses tersebut kita dilatih untuk bicara dan berjalan sambil dipegang oleh ibu atau ayah kita. Pada sebuah pertumbuhan selain hal-hal yang sifat fisik, pertumbuhan karakter juga menjadi hal yang sangat penting.

Tujuan saya ke pasar saat itu untuk membeli celana dasar hitam dan jualannya terletak dilantai dua. Kemudian saya menaik kelantai dua menggunakan tangga karena disini belum menggunakan lift. Saya berkeliling mencari celana hingga tiba di toko umi. Saat itu saya masuk ke toko lalu memilih-milih celana yang akan dibeli. Pada saat memiih celana pemilik tokonya menghampiri saya, kemudian saya memberikan sikap terbaik dengan senyum dan keramahan kepada pemilik toko. Saya bertanya kepemilik toko berapa harga celana yang paling bagus disini, pemiliknya menjawab harga 300 ribu dan terjadilah tawar menawar antara saya dengan pemilik toko. Saat itu harganya 250 setelah proses tawar menawar dan tidak bisa lebih murah lagi. Karena saya harus memanajemen uang saya, jadi saya membeli celana yang harga 150.000.

Setelah membeli celana ibunya mengajak ngombrol dan sayapun menunjukkan sikap seorang anak kepada ibunya. Ombrolan kami berjalan kurang lebih satu jam, banyak nasihat yang pemilik toko itu berikan kapada saya. Namun dibalik obrolan itu terbangun sebuah kepercayaan kepada saya hingga dia memberikan kontak Whatsappnya dan memohon bantuan untuk mencarikan pondok pesantren yang mencetak para hafiz dan hafizah. Singkat cerita obrolan kamipun ditutup dengan pamit saya untuk shalat zuhur.

Saya shalat zuhur di masjid pasar kayuagung, masjid ini terletak di belakang pasar dan disebarang terminal. Masjid ini selalu ramai baik digunakan untuk ibadah dan juga untuk tempat istirahat siang pembeli, penjual, dan penumpang yang transit dari palembang menju daerah di Kabupaten OKI. Seusai shalat zuhur saya langsung beranjak pulang kerumah.

Tiba dirumah saya ketemu ayah, ibu, adik, dan nenek. Saya duduk kemudian membuka barang belanjaan yang mencapai empat ratus ribu lebih, ini belanja paling mahal yang saya lakukan. Kemudian saya menujukkan pakaian, celana, dan memberikan hadiah sepatu ke adik perempuanku. Saat menunjukkan pakaian yang saya beli ternyata celana warna cream tidak cocok dengan model gamis biru tua milikku. Jadi saya minta izin ke ibu untuk membeli celana lagi.

Kemudian saya kembali ke pasar kayuagung dan kembali ke toko yang sama dengan keinginan membali celana berbeda. Saya memilih-milih celana dan Alhamdulillah ketemu. Saya ketemu lagi pemilik tokonya dan dikasihnya diskon besar untuk celana yang saya beli dan bukan hanya itu saya juga dianter oleh pegawainya ketempat penjahit karena celana tersebut kepanjangan.

Saya puas sekali dan bersyukur hari itu bisa dapet diskon serta pelayanan yang baik. Namun tidak sampai disitu saja, ada sebuah pelajaran penting yang saya dapatkan. Palajaran itu adalah akhlak akhlak yang baik dapat memberikan sebuah manfaat bagi kita. Perlu juga diketahui bahwa akhlak yang baik itu lahir dari karakter yang baik. Oleh karena itu saya mengingatkan diri pribadi dan mengajak teman-teman sekalian untuk membangun karakter yang baik agar melahirkan akhlak-akhlak luar biasa

Iklan

Cerita Singkat Ketika Sekolah Dasar

kahpi kerenAku terlahir dari keluarga yang sederhana. Mempunyai ayah dan ibu yang luar biasa. Sejak kecil ayahku selalu mengatakan kepada setiap orang yang ingin memelukku dan menggendongku bahwa aku adalah calon professor. Ayahku mempunyai cita-cita yang tinggi kepadaku, walaupun tidak sedikit orang yang menertawakannya.

Pada umur lima setengah tahun aku dimasukkan ke sekolah dasar, tentu ini umur yang masih sangat kecil. Ketika di kelas satu sekolah dasar aku selalu ditemani oleh ibuku, diantar ke sekolah duduk bersama diruang kelas yang sederhana. Ibuku mengajariku membaca setiap malamnya dan cerita yang ku baca pada saat itu masih dalam ingatanku.

Pada saat naik ke kelas dua sekolah dasar aku telah bisa membaca dan memudahkanku dalam belajar. Di kelasku ada seorang kakak tingkat yang tidak naik kelas bertahun-tahun, badannyapun besar, tinggi, dan hitam. Hari-hari dikelas ku lalui dengan bahagia, namun kadang kala ada sesuatu yang membuatku menangis. Ketika di kelas dua, dilaksanakannya imunisasi ke sekolah-sekolah, para siswa di suntik bagian lengannya. Mendengar akan adanya penyutikan, aku langsung pulang ke rumah dan bersembunyi di kamar. Saat ibuku tau bahwa aku lari dari sekolah, ibu merayuku untuk sekolah dan akupun mau. Suntikannya memang terasa sangat sakit, tapi ternyata cepat juga berlalu.

Di sekolah dasar ada satu mata pelajaran yang paling tidak ku mengerti yaitu matematika. Setiap kali di kelas matematika, aku selalu pulang dan minta bantuan pamanku untuk mengerjakannya dan begitu juga PR. Namun ketika SMA nilai matematikaku 98 tertinggi di kelas. Namun dibalik itu semua, ada mata pelajaran yang sangat aku sukai yaitu seni budaya. Aku selalu bersaing dengan temanku Muhammad Al-Amin dalam menggambar, nilai kami berdua termasuk nilai yang paling besar dikelas.

Menggambar memang hobiku, bahkan di buku catatan sekolah bagian akhirnya selalu ada gambar-gambar kartun imajinasiku. Ku sadari memang otak kananku lebih dominan ketika sekolah dasar.

Ketika sekolah dasar juga aku sering bermain dengan teman-temanku, kami biasanya bermain layangan, bola kaki, petak umpet, kelereng, karet gelang, dan lain-lain. Selain mempunyai teman yang baik aku juga punya orang-orang yang tidak senang padaku, dia selalu membully ku dengan ayahku. Dia mengatakan cabek, cabek, cabek, cabek dan kalau di sebut cepat-cepat serta berulang-ulang akan terdengar “becak”. Saat itu memang ayahku berprofesi sebagai tukang becak, walaupun begitu aku tidak pernah malu dan malah aku bangga pada ayahku. Setiap kali pulang dari becak dia selalu membawa tanggo dan susu untukku, katanya biar aku cerdas minum susu terus.

Aku sebenarnya sedih dengan bullyan mereka, tapi ternyata orang-orang yang suka membullyku mereka dikemudian harinya banyak putus sekolah dan tidak menjadi apa-apa. Itulah sebuah pelajaran bagi orang-orang yang suka membuly orang lain, namun aku berharap mereka dpat menjadi lebih baik lagi kedepan.

Pemuda Berdaya, Indonesia Berjaya

Pemuda merupakan salah satu unsur penting di dalam pembangunan suatu bangsa, karena mempunyai semangat yang kuat dalam melakukan perubahan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik, seperti yang pernah dilakukan pada masa pergerakan nasional, pemuda mampu mengajak masyarakat untuk melawan penjajahan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan bernilai universal.

Seorang pemuda seharusnya mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap berbagai macam problematika yang terjadi pada bangsa saat ini, salah satunya yaitu di bidang perekonomian. Indonesia sebagai negara yang besar dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia (BPS, 2017), tentunya memiliki jumlah penduduk usia muda yang berlimpah. Selain itu, indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang besar, menempati posisi ke 16 dunia. Bahkan, riset dari McKinsey Global Institute (2012) menyebutkan Indonesia akan masuk dalam tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 mengalahkan Jerman dan Inggris dari segi kependudukan. Hal ini didukung dengan akan bertambahnya jumlah kelas menengah Indonesia dari sebelumnya berjumlah 45 Juta jiwa pada 2010 menjadi 135 Juta jiwa pada 2030 mendatang atau bertumbuh sebanyak 90 Juta jiwa. Sayangnya, kekayaan SDM yang dimiliki Indonesia ternyata belum mampu mengantarkan rakyatnya kepada kesejahteraan.

Badan Pusat Statistik (2017) mencatat ada sekitar 7,04 juta jiwa pengangguran di Indonesia dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,50 persen. Ironisnya, lulusan sarjana yang berpendidikan tinggi menyumbang sebesar 606.939 jiwa pengangguran. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu konsep yang bisa menanamkan mental kepada pemuda untuk memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu berdaya saing global agar tidak bergantung dengan mencari perkerjaan, tetapi justru menciptakan lapangan pekerjaan dengan harapan mampu mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Indonesia pernah mengalami krisis dahsyat di tahun 1998 yang membawa pengaruh luas ke berbagai sektor, namun yang sering kali kita lupakan, ada sektor yang mampu bertahan di tengah krisis yakni sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Walaupun pada kenyataannya, jumlah entrepreneur Indonesia terbilang masih sedikit, yaitu sekitar 3,1% saja dari jumlah penduduk. Padahal idealnya sebuah negara maju haruslah memiliki rasio pengusaha di atas 5% dari jumlah penduduk. Indonesia masih tertinggal dari kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang memiliki lebih dari 4% entrepreneur dari total keseluruhan penduduk (Depkop, 2017).

Sedangkan bila diukur dari daya saing UMKM, kualitas pengusaha kecil dan menengah Indonesia masih di bawah angka 4 (skala maksimum 10) yang berarti daya saing entrepreneur kita masih sangat rendah (APEC, 2006). Suatu hal yang cukup memprihatinkan bahwa secara kuantitas dan kualitas (pengguna bahasa Inggris, pemanfaatan teknologi, kemampuan produksi) entrepreneur kita masih kurang dan jauh dari harapan.

Penulis sebagai generasi muda merasa ikut bertanggung jawab dengan berbagai problematika yang terjadi pada bangsa saat ini. Sebagai pemuda, kita mesti menghasilkan upaya untuk membantu bangsa demi terciptanya  kehidupan yang lebih baik. Penulis melihat ada peluang dan tantangan dalam persoalan memberi kontribusi  nyata, dan ada metode yang efektif untuk mengatasinya.

Youth Creative Incubator (YOCI) adalah program yang penulis tawarkan sebagai upaya pemberdayaan pemuda dengan melakukan follow up perkembangan dalam segala aspek, baik konigtif, afektif, dan psikomotorik. Program ini mendorong mereka untuk membuat usaha produktif dan berkelanjutan berbasis ekonomi kreatif di samping juga melakukan pembekalan lewat aplikasi mesenger whatsapp.

Konsep pengelolaan SDM sejatinya memuat dua dimensi yakni (1) bagaimana meningkatkan kompetensi dan (2) bagaimana menjaga integritas. Dalam meningkatkan kualitas SDM, penulis mengajukan beberapa langkah konkret yakni:

Peningkatan Kompetensi SDM Sektor UMKM Penjagaan Integritas SDM Sektor UMKM
·      Pembukaan kelas khusus pelatihan kemampuan produksi dan pengemasan;

·      Coaching and Counseling oleh tenaga ahli terkait dengan bagaimana membangun jaringan pemasaran;

·      Program magang dengan melihat langsung kondisi UMKM di negara lain;

·      Pelatihan softskill terkait kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris;

·      Temu dan berbagi pengalaman antar UMKM dalam satu lingkup kota kecamatan.

 

·      Pembekalaan dan pelatihan kewirausahawan dengan membentuk kelompok-kelompok wirausahawan  dan pemberian motivasi berwirausaha dengan bekerjasama melibatkan lembaga formil kewirausahawan seperti HIPMI;

·      Pemahaman akan manajemen aplikasi risiko;

·      Monitoring dari kementerian terkait (Kementerian Koperasi & UMKM) terhadap kemampuan dan integritas SDM sektor UMKM.

 

Oleh karena itu, diperlukan suatu program komprehensif yang mampu menjaga dua aspek tersebut, baik secara kualitas maupun integritasnya. Youth Creative Incubator (YOCI) hadir sebagai upaya generasi muda membangun bangsa. Program ini menargetkan mahasiswa yang memiliki usaha dan wirausahawan muda berusia 17 hingga 35 tahun untuk dibina dalam laboratorium peningkatan aspek kognitif, psikomotorik, dan juga afektif.

Target akhir program ini yaitu untuk menciptakan wirausahawan yang kreatif, berkompeten dan berdaya saing global melalui sebuah pembinaan yang diberikan kepada mahasiswa ataupun pemuda, sehingga siap menghadapi  kehidupan bermasyarakat ketika pasca kampus umumnya dan sukses menghadapi persaingan global serta terciptanya kesejahteraan masyarakat pada khususnya. Program aplikasi messenger whatsapp menjadi salah satu instrumen kontrol individu, adapun hal yang ingin dicapai dari instrumen ini yaitu:

Waktu Target program Instrumen pencapaian
Harian Info harian seputar perekonomian Reminder via whatsapp
Diskusi, Sharing, Counseling
Motivasi bisnis
Mingguan Perkenalan tips peningkatan produksi Tatap muka
Pelatihan Pengemasan
Teknik marketisasi produk
Pembekalan wawasan kebudayaan & kearifan lokal Indonesia
Komunikasi sebagai kunci meningkatkan brand produk
Kuliah bisnis sukses Whatsapp
Bulanan Pertemuan antar wirausahawan Tatap muka
Praktek kerja lapangan Magang
Tahunan Kunjungan ke negara dengan kondisi UMKM yang lebih baik Edu Trip

Youth Creative Incubator (YOCI) merupakan model penerapan ekonomi kreatif bagi pemuda untuk menumbuhkan semangat dan menjadikan siap dalam menghadapi persaingan global dengan berbagai aktivitas yang mendorong melakukan follow up dalam segala aspek, baik kognitif, afektif dan psikomotorik. Program yang mendorong dan mendukung usaha produktif serta berkelanjutan ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan Indonesia akan pemuda kreatif berjiwa wirausaha di tengah semakin ketatnya persaingan global. Youth Creative Incubator (YOCI) diharapkan mampu menjadi model bagi wadah terbentuknya wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif serta mampu menjadi representatif UMKM yang berhasil bersaing secara global. Youth Creative Incubator (YOCI)  diharapkan mampu menstimulasi para pemuda agar turut berperan aktif sebagai kekuatan utama dalam memajukan bangsa terutama aktif berwirausaha kreatif. Era ini seharusnya menjadi kesempatan berharga bagi pemuda-pemudi dalam mendukung Indonesia menjadi negara maju. Pemuda sudah seharusnya mengambil peran aktif sebagai warga negara. Harapannya, program Youth Creative Incubator (YOCI) ini dapat dijalankan secara aktif dan berkelanjutan demi terciptanya Wirausahawan yang mampu bersaing secara global serta terciptanya kemajuan ekonomi di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, Brahmayanti dan Subaedi. 2012. Kompetensi SDM UKM dan Pengaruhnya terhadap Kiinerja UKM di Surabaya. Fakultas Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Asia-Pacific Economic Cooperation. 2006. A Research on The Innovation Promoting Policy for SMEs in APEC Survey and Case Studies, December. APEC SME Innovation Center. Korea Technology and Information Promotion Agency forSMEs, Seoul.

Badan Pusat Statistik. 2017. Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2017. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Badan Pusat Statistik. 2017. Perkiraan Penduduk Beberapa Negara. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Budiarti, Yuli et al.2009. Minat Mahasiswa Menjadi Wirausaha (Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang). Jurnal Dinamika Sosial Budaya ISSN 1410-9859 Vol. 14 No. 1. Hal 89-100.

Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Ratio Wirausaha Indonesia Naik 3,1 Persen. Diakses 29 November 2017 dari http://www.depkop.go.id.

Lestari, Retno Budi dan Trisnadi Wijaya. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di STIE MDP, STMIK MDP dan STIE MUSI. Forum Bisnis dan Kewirausahaan. Jurnal Ilmiah STIE MDP Hal – 112 Vol. 1 No. 2 Maret 2012.

Mckinsey Global Institute. 2012. The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential. Mckinsey Global Institute, New York.

 

Membangkitkan Potensi Negeri yang Tersembunyi

Muhammad Kahpi

(Essay seleksi ENJ Universitas Sriwijaya)

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang membentang luas dari sabang hingga marauke. Kekayaan alam tersebut di dukung dengan letak geografis yang beragama yang memberikan corak kebudayaan khas masing-masing daerah. Indonesia dengan ragam budayanya memberikan cirikhas tersendiri yang menjadi pengenal antar suku bangsa yang ada. Indonesia juga terkenal dengan akhlaknya yang ramah sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi negeri ini. Letak geografis yang beragam memberikan hasil alam yang berlimpah, namun tidak hanya berlimpah jumlahnya tetapi juga berlimpah ragamnya. Indonesia dengan letak geografisnya memberikan pancaran sinar bagi warga negara asing untuk berkunjung ke negeri ini dengan berjuta objek wisata yang indah dan khas. Tidak hanya sebatas objek wisata, dengan letak geografisnya juga memberikan susunan indah pulau-pulau yang ada di Indonesia dengan kekayaan yang ada didalamnya serta keindahan laut yang membentang luas mengelilingi pulau dengan berbagai kekayaan didalamnya Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia haruslah dimanfaatkan agar meningkatkan kemajuan negara. Kekayaan tersebut harus dikelola dengan sistem yang sangat baik agar cita-cita bangsa dapat tercapai. Kekayaan sumber daya alam dan budaya ini harus dengan berani menyatakan diri untuk melakukan pengelolaan atas nama negeri bukan atas kepentingan bagi pihak-pihak asing. Sudah seharusnya kita negara Indonesia menyatakan sikap tidak akan tergantung dengan asing dalam pengelolaan sumberdaya alam yang dimiliki, agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan negerinya sendiri bukan kehilangan jati diri.

Pengalaman-pengalaman yang telah dirasakan bangsa dalam pengelolaan kekayaan alam haruslah menjadi pelajaran bahwa betapa pentingnya mejaga kekayaan alam yang di miliki oleh Indonesia. salah satu hal yang harus menjadi bahan pelajaran adalah PT. Freeport yang merupakan perusaahan yang bergerak pada bidang pertambangan.  Pada prosesnya penerimaan negara tidak sebanding dengan apa yang telah dikorbankan, sehingga hal ini perlu menjadi perlajaran berharga untuk mengelolah kekayaan negara dengan konsep mandiri. Pada pencapaian perbaikan perlu melalui proses yang panjang untuk menciptakan apa yang diinginkan, namun dengan berjalannya proses perbaikan diiringi dengan penyempurnaan sistem yang akan diterapkan.

Kakayaan alam dan budaya di Indonesia terdapat di berbagai daerah yang terbentang luas dari sabang hingga marauke, kekayaan alam dan budaya terletak pada penyimpanan masing-masing daerah, sehingga perlu adanya pengelolaan potensi daerah agar terjadinya perkembangan pembangunan daerah baik sosial, infrastruktur, fasilitas, dan ekonomi. Daerah sebagai supporting system suatu negara sangat perlu untuk dikembangkan potensinya agar pembangunan negara semakin  meningkat. Apabila daerah sebagai supporting system tidak dioptimalkan potensinya maka pada proses perkembangan suatu negara akan menurun.

Pada proses perbaikan dan pengembangan potensi daerah sebagai supporting system suatu negara perlu adanya formulasi atau sistem yang dapat mendukung terjalannya proses pengembangan potensi. Menurut penulis terdapat dua unsur utama yang dapat memunculkan potensi dan pengelolaan  daerah yaitu; Sumber Daya manusia dan Sumberdaya Alam yang tersedia. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mewujudkan cita-cita membangun negeri melalui Ekspedisi Nusantara Jaya yaitu membangkitkan potensi yang tersembunyi milik Indonesia melalui program pendidikan karakter, pembinaan keislaman dan kewirausahaan.

  1. Pendidikan Berkarakter

Melakukan program pendidikan karakter berlandaskan Pancasila. Pandidikan berkarater bertujuan membentuk jiwa-jiwa penerus bangsa yang memiliki jati diri. Pendidikan karakter berlandaskan pancasila dilakukan agar mereka memiliki karakter kebangsaan serta menciptakan sumber daya yang memliki kualitas berdaya saing global dan mampu mengoptimalkan potensi kekayaan bangsa Indonesia

  1. Pembinaan Keislaman

Melakukan program yang membina keislaman agar memiliki karakter yang agamis. Memiliki pengetahuan tentang agama seperti, shalat, mengaji dan akhlak mulia. Pada program ini diharapkan para peserta program dapat menjadi insan-insan yang memiliki keilmuan dibidang agama dan berakhlak mulia sehingga dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin kelak dapat memisahkan bagian yang hak dan batil.

  1. Kewirausahaan

Melakukan pelatihan kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi yang ada pada lingkungan sekitar agar terciptanya jiwa-jiwa yang taguh dan mandiri secara ekonomi. Pada program ini peserta program diharapkan menjadi seorang enterprenuer. Peserta juga diharapkan peka akan potensi yang dimiliki oleh lingkungan sekitarnya dan mampu dioptimalkan agar terciptanya pembangunan ekonomi yang baik.

Berdasarkan program yang direncanakan, diharapkan potensi-potensi yang ada di Indonesia dapat dikembangkan melalui sumber daya manusia yang berkualitas yang memiliki daya saing, memiliki sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan memiliki sumber daya manusia yang peka terhadap lingkungan serta dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, sehingga terciptanya pembangunan negeri yang berkelanjutan, mandiri dan membangkitkan perekonomian bangsa.